
RANDUSONGO.DESA.ID - Randusongo, 25 September 2023 - Sertu Suryadi, seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, telah meluncurkan inovasi edukasi yang menarik bagi petani lokal. Inovasi ini menggabungkan penggunaan jerami, campuran Tretes tebu (air gula), EM4, dan rebusan kentang dalam sebuah proses fermentasi yang bertujuan untuk mempercepat pembusukan jerami pasca panen, meningkatkan kualitas tanah, dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
Fermentasi jerami merupakan solusi yang penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Randusongo. Pada Senin, 25 September 2023, Sertu Suryadi mengadakan pelatihan di Kantor Desa Randusongo, dihadiri oleh petani lokal dan para pemangku kepentingan pertanian setempat. Selama pelatihan tersebut, Sertu Suryadi menjelaskan langkah-langkah detail dalam proses fermentasi yang diajarkan kepada para petani.
Proses ini dimulai dengan mencampurkan Tretes tebu (air gula), EM4, dan rebusan kentang dalam blender. Campuran ini kemudian diendapkan selama minimal 5 hari, yang menghasilkan cairan fermentasi kaya akan nutrisi. Cairan ini digunakan sebagai pupuk organik yang akan diberikan kepada tanaman.
"Tujuan dari proses fermentasi ini adalah untuk memanfaatkan jerami sebagai sumber daya yang bernilai lebih dalam pertanian. Jerami yang biasanya dibuang atau dibakar pasca panen dapat diubah menjadi pupuk organik yang sangat berguna untuk tanaman," kata Sertu Suryadi.
Selain mengurangi limbah jerami, pupuk organik hasil fermentasi ini juga memiliki banyak manfaat. Dalam jangka panjang, penggunaannya dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan meningkatkan hasil panen. Selain itu, pupuk organik juga mempercepat hidup tanaman dan dapat membantu dalam upaya konservasi tanah.
Sertu Suryadi berharap bahwa inovasi ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Randusongo dan sekitarnya. "Kami berharap dengan penggunaan pupuk organik ini, para petani akan melihat peningkatan hasil panen dan kualitas tanah mereka. Ini adalah langkah kecil menuju pertanian yang lebih berkelanjutan," tambahnya.
Para peserta pelatihan sangat antusias dan berterima kasih kepada Sertu Suryadi atas inisiatifnya dalam meningkatkan pendidikan pertanian di wilayah mereka. Mereka berencana untuk segera menerapkan teknik fermentasi jerami ini pada lahan mereka masing-masing.
Inisiatif Sertu Suryadi adalah contoh bagaimana kolaborasi antara TNI dan masyarakat lokal dapat memajukan sektor pertanian dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup penduduk desa Randusongo. Langkah ini menunjukkan bahwa pendekatan inovatif terhadap pertanian dapat memiliki dampak positif dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan di daerah ini.
